Refleksi ̶S̶a̶b̶t̶u̶ Minggu Pagi — (30/7/2023)

yessi
2 min readJul 30, 2023

--

ada banyak hal. banyak banget hal dalam hidup yang udah terjadi. yang membuat gue semakin percaya pada takdir.

sejujurnya, masih ada hal yang sulit buat gue cerna juga, sekalipun gue berusaha keras mempercayai takdir. tapi, bisa dibilang, gue percaya pada takdir (most of the time. there, have the disclaimer)

kenapa? kenapa gue percaya takdir?

karena ada banyak kejadian penting dalam hidup yang terjadi, hanya untuk terhubung dengan kejadian lainnya di masa yang akan datang dalam hidup. and by then, I can say,

“ooh jadi ini ya alasan kenapa tempo hari itu X terjadi. karena X terjadi, secara gak langsung dia melindungi gue dari Y, yang terjadi sekarang”

“jadi kejadian A ini akhirnya bisa gue dapatkan dari perjuangan S dulu. if only I didn’t fight for a better life then, I wouldn’t understand the blessings now

kepercayaan pada takdir juga yang mengantarkan gue pada kepercayaan bahwa, “semua akan terjadi tepat di saat yang seharusnya”

ada momen dimana gue pengen banget ngosongin traffic Fatmawati Friday night at rush hour cuma supaya Busway gue bisa nyampe lebih cepet ke IGD. supaya gue bisa liat bokap gue sekritis apa. gue berharap buswaynya bisa terbang, supaya gue bisa cepet sampe.

tapi, kira-kira 2 jam kemudian, sesampainya di IGD, gue masih disambut bokap yang masih bisa ngomel-ngomel, as if he didn’t get into a critical condition a couple of hours prior.

mungkin traffic Fatmawati adalah cara semesta ngasih tau, kalo bokap bakal baik-baik aja kok.

atau mungkin juga itu cara semesta untuk menyadarkan gue akan posisi gue sebagai manusia dengan segala kerendahan, ketidakmampuan, dan banyak ketidak-annya.

which, as an arrogant Jakartans, something that I definitely need.

namun sebetulnya, gue pun masih mempertanyakan juga, apakah kepercayaan gue pada takdir ini sifatnya tulus atau tidak, benar-benar beriman atau tidak.

because sometimes, I feel like I found myself believing in fate just because it is easier to accept what happened to me instead of trying to make sense over a chaos. it almost feel like it’s easier to surrender after fighting for so long.

sure, I guess on one hand you can call it being content or accepting your failure and make peace with it. but I also wonder, to what extent it becomes losing before the war begins? and why it feels like an easy way to get out of a miserable situation?

but who wants to be put in a miserable situation for so long, especially if they have to choice not to? maybe some people or situation that left us with little to no choices will eventually lead us to fight in the end. but what about those situations or people who have so many choices to flight? wouldn’t they flight? why would they stay if they have the choice not to?

I suspect there is something to fight for in such situation that make them, us, choose to stay.

but who am I to tell.

--

--

yessi
0 Followers

likes to romanticize tragedy. because some of the most beautiful things happen at the most unfortunate events.